Rabu, 26 November 2014

Jangan Bandingkan ASI dengan Susu Formula

Tidak bisa dipungkiri, masih banyak yang menganggap bahwa susu formula (sufor) lebih baik daripada Air Susu Ibu (ASI). Ini jelas sesat. Sufor nutrisinya tidak sebanding dengan ASI.

Kandungan dalam ASI begitu lengkap meliputi air, protein, karbohidrat, DHA/ARA, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh bayi. Hebatnya lagi, ASI juga mengandung berbagai enzim, zat faktor pertumbuhan, zat anti-parasit, anti-alergi, anti-virus, hormon-hormon, dan anti-bodi. Sementara sufor hanya sampai pada mineral saja.

Seluruh nutrisi ASI bisa diserap sepenuhnya oleh bayi, sedangkan sufor hanya bisa diserap sekian persen oleh tubuh bayi. Bisa dikatakan, ASI-lah yang paling cocok dengan metabolisme bayi. Jadi jelas, bayi ya pasangannya ASI, bukan sufor.

Setiap ibu diharapkan dapat memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan. Lalu, pemberian ASI tetap dilanjutkan sampai si anak minimal berusia 2 tahun. Yang dimaksud ASI Eksklusif artinya bayi benar-benar hanya diberikan ASI selama 0-6 bulan. Bayi baru lahir langsung dicekoki pisang dan bubur dengan alasan agar tidak rewel dan cepat besar adalah kesalahan besar. *Semoga saya bisa mbahas ini di lain tulisan. Bahkan air putihpun tidak dianjurkan. Pemberian air putih pada bayi di bawah 6 bulan justru dapat mengganggu aktivitas otaknya.

Yang juga “haram” diberikan pada bayi ASI eksklusif adalah madu. Sayangnya, masih banyak masyarakat kita yang menganggap madu bagus diberikan pada bayi baru lahir. Yang katanya biar bibirnya mengkilat lah, buat penolong selagi ASInya belum deras lah. Duh, itu murni mitos! Madu baru boleh diberikan setelah bayi berusia 1 tahun.

Dalam beberapa hari setelah melahirkan, biasanya ASI memang tidak langsung keluar deras. Umumnya hanya keluar berupa cairan kuning. Inilah yang disebut kolostrum yang manfaatnya sangat besar bagi bayi. Jadi hanya mitos yang mengatakan ASI yang pertama keluar setelah melahirkan harus dibuang.

Yang benar segera setelah melahirkan, susui bayi. Lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dimana bayi diletakkan di dada ibunya dan dibiarkan mencari sendiri puting ibunya. Metode ini akan menciptakan rasa sayang dan bahagia yang luar biasa yang selanjutnya akan melancarkan produksi ASI. Akhirnya, tidak perlu lagi ada pemberian madu apalagi sufor. Semangat ngASI!
source: theguardian.com

Referensi:

http://nakimsanwirja.wordpress.com/2013/12/24/heboh-pengakuan-salah-satu-produsen-susu-formula/

https://www.facebook.com/notes/asosiasi-ibu-menyusui-indonesia/mitos-dan-fakta-tentang-asi-dan-menyusui/10152107350349778/?refid=18&__tn__=*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar