Jumat, 05 Desember 2014

Bukan Tidak Mau Makan

Ini sudah hari ketika Arra susah makan, atau lebih tepatnya #MenolakNasi. Setiap disuapi nasi, selalu dilepeh. Yang masuk paling lauk dan sayuran favoritnya, wortel. Saya kesal sekaligus khawatir. Alhasil harus putar otak agar tetap ada pengganti nasi yang masuk.

Dikasih jagung manis, lumayan doyan. Dikasih oats, dilepeh. Dikasih macaroni, asyik dicimiti sendiri. Tapi saya tetap ngeyel Arra harus makan nasi. Rasanya belum “anteb” kalau belum lihat Arra lahap makan nasi. Ayahnya tetap bilang, “sabaarr..”

Sore tadi, saya lagi malas marah dan kesal. Jadilah saya kasih Arra piring berisi secimit nasi, secimit ikan, secimit daging ayam, seiris telur, dan dua keping wortel. Terserah mana yang mau dimakan. Saya duduk di kursi sementara ia di karpet.

Pertama yang dimakan jelas wortel. Lalu Arra beralih pada telur. Diremas, dimasukkan mulut, dilepeh, dimakan lagi. Selanjutnya daging ayam. Dihisap-hisap, tapi terus digeletakan lagi. Duuh, Arra cantiik.. *mulai gemas.. *tahan-tahaan..

Dan.. Ia pun mencomot nasi. Saya sudah menduga akan dilepeh. Tapi ternyata tidak. Nasi berhasil masuk 3 kali meski sambil ganti-ganti gaya. Njengking, njingkong, kaki masuk piring, piring dibalik, berantakan.  Namun, 3 suap nasi sudah sangat melegakan.

Saya hampir mendekatinya, tapi takut merusak semangat makannya. “Wah, Arra pintar!” saya memujinya sambil tetap duduk. Ia masih melanjutkan makan beberapa menit kemudian sampai akhirnya datang menghampiri saya dan saya ajak minum. Melegakan. :)

Akhirnya saya menyadari satu hal penting: dia bukan tidak mau makan, dia mau makan sendiri. Sebenarnya dari usia 8 bulan, Arra sudah saya ajari makan sendiri. Saya beri ia mangkok berisi nasi sedikit untuk ia sendoki atau cimiti sementara saya juga menyuapinya. Sekarang, ia sedang atau sudah tidak mau disuapi. Entahlah. Yang pasti, ini proses belajar. Bagi Arra dan bagi saya. Kudu sabaarr. Luv u, gadis kecilku. :*
Arra belajar makan sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar