Bismillah.. Sesuai janji sendiri, mau cerita "keajaiban-keajaiban" setelah konsultasi ke psikolog.
Jadi setelah keluar dari ruang konsultasi saya telepon suami. Ternyata dia nunggu di seberang tempat praktek. Sebelum masuk tempat praktek psikolog sebenarnya saya suruh suami dan anak-anak pulang aja tau jajan kemana dulu. "Bunda kayaknya lama," pesan saya. Tapi ternyata mereka ga kemana-mana.
Masuk mobil, saya lihat muka anak-anak yang bosan. Ya, sejam lebih dikit di mobil. Saya tanya ngapain aja. Mereka bilang nonton aja sama ayah. Saya berusaha ga mencecar. Saya lihat suami ada raut bosan dan capek juga.
Arra juga mengeluh haus. "Iya, kita ke Indomar*t aja. Bunda sekalian mau beli pamp*rs."
"Ayah mau makan apa nanti?" Tanya saya ke suami. Tapi suami malah penasaran berapa dan bagaimana tadi di psikolog. Saya cerita sedikit. Sedikit terbata.
Di depan Indomar*t, Arra ikut turun. Azzam juga minta ikut. Ayahnya mencegah, mengajak Azzam ikut beli sate aja. Tapi saya bilang gapapa, sembari menggendong Azzam. Tetiba kasihan sama Azzam. Bayik ini sudah cukup banyak diacuhkan bundanya.
Maka masuklah kami ke Indomar*t dengan segala resikonya. Azzam tampak excited. Apalagi boleh turun. Arra minta mainan tapi saya bilang tadi kan katanya mau beli minum aja. Alhamdulillah kedua bocah nurut beli susu botol aja.
Saya keluar Indomar*t dengan menggendong Azzam dan menenteng Pamp*rs dengan tangan. Juga menjagai Arra menyeberang. Sungguh bagi orang waras ini tampak mudah walau sedikit repot. Tapi bagi yang sedang bermasalah dengan dirinya, masuk ke minimarket dengan dua bocah bisa sangat stressing. Alhamdulillah kali ini berasa lebih rileks. Bolehlah ini dibilang "keajaiban" pertama setelah konsultasi ke psikolog. Saya ingin menjadi lebih sabar dan rileks demi dan untuk anak-anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar